Liburan, sebuah gaya hidup, kebutuhan atau pemborosan saja?

Liburan,
sebuah gaya hidup, kebutuhan atau pemborosan saja?

Tinggal di Indonesia saya merasa arti kata liburan menjadi agak sedikit berbeda di sini.
Padahal liburan itu harusnya menjadi sesuatu yang dibutuhkan untuk mengembalikan mood, energy, semangat dan kesegeran pikiran kita semua yang setiap hari menghabiskan sekitar 10-12 jam diluar rumah dan di tengah2 kemacetan Jakarta.

Di beberapa negara maju lainnya, sudah menjadi hal lumrah bahwa dari 12 bulan dalam setahun, seorang karyawan akan bekerja dengan prima selama 11 bulan dan mendapatkan 1 bulan liburan agar bisa “menyeimbangkan pikiran dan tenaganya lagi”.

Namun sayangnya di Indonesia, liburan sering menjadi barang mahal.

Pasti sering mengalami kan di kantor kita saat kita bilang mau liburan, komentar yang kita dapat seringkali:

#ih enak nyaaaa
#wah, enak yah banyak duit sih

“banyak duit sih?!” –> liburan malah berubah menjadi barang mahal dan tidak jarang menimbulkan rasa bersalah kalau kita berlibur.

Menyedihkan yah?

Negara-negara maju sudah sangat menyadari dan mengerti pentingnya Quality work and quality time dan mereka sangat menghargai pentingan liburan untuk warga mereka.

Semua suatu hari kebijakan di Indonesia akan bisa mengimbangi itu 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s